Blog Post

Yuk Kenali Tipe dan Gaya Belajar Kamu Biar Tidak Stress
Serba-Serbi

Yuk Kenali Tipe dan Gaya Belajar Kamu Biar Tidak Stress

Bukan rahasia lagi jika setiap orang memiliki daya tangkapnya sendiri-sendiri, pun sama dengan gaya belajar yang cocok untuk seorang anak. Satu gaya belajar secara konvensional seperti belajar malam pada pukul 19.00 – 20.30 berada di kamar memelototi buku pelajaran ternyata tidak efektif untuk semua anak. Yuk cari tahu gaya belajar yang cocok buat kamu.

1. Tipe Visual

Gaya belajar visual adalah untuk anak-anak yang memiliki daya ingat dan daya tangkap yang cepat dengan melihat, biasanya anak tipe visual ketika diterangkan di kelas akan lebih mudah memahami suatu pelajaran. Untuk kamu yang merupakan anak Visual biasanya metode mind-map, menjelaskan pelajaran dengan berbagai bentuk lingkaran maupun pola unik akan lebih cocok. Anak tipe visual juga biasanya memiliki ketertarikan dengan warna dan bentuk sehingga catatannya tidak melulu berupa tulisan namun juga dengan gambar

2. Tipe Auditori

Pernah mendapati anak yang malas mencatat namun ketika berdiskusi justru paling aktif ? yak, anak tipe auditori biasanya cenderung lebih suka mendengar, berdiskusi dan bercerita untuk memahami suatu hal. Anak tipe ini sering dikira malas karena tidak mau mencatat pelajaran, namun sebenarnya anak tipe auditori hanya lebih paham dengan mendengar dan berdiskusi mengenai suatu pelajaran. Adapun tipe auditori yang harus belajar ilmu eksak seperti matematika, ia harus berulang-ulang dijelaskan secara perlahan untuk paham secara menyeluruh. Pelajaran seperti sosiologi, sejarah dan bahasa akan lebih mudah ditangkap oleh anak tipe auditori.

3. Tipe Kinestetik

Anak tipe kinestetik selalu lebih mudah menangkap pelajaran yang berhubungan dengan gaya gerak seperti olahraga, musik, percobaan laboratorium dan lain sebagainya. Untuk itu tak jarang anak tipe ini bosan dengan cara pembelajaran yang mengharuskannya duduk dan mendengar. Anak tipe kinestetik selalu suka dengan hal-hal yang bersifat partisipatif, sehingga ia mampu memproyeksikan pelajaran dengan imajinasi di kepalanya. Perlu diketahui bahwa tipe kinestetik biasanya tidak suka membaca buku dan diam, ia harus segera mempraktekan suatu pelajaran agar lebih cepat paham.

4. Tipe Analitik

Anak tipe analitik biasanya memiliki kompleksitas di dalam pikirannya, segala hal harus bisa dijelaskan dan dianalisis. Pertanyaan “kenapa” dan “bagaimana” selalu berputar di otaknya, tak jarang anak tipe ini pusing sendiri dengan apa yang dipikirkannya. Ia harus berfokus pada satu masalah sampai bisa dipahami secara jelas. Anak tipe ini biasanya suka membaca buku atau sumber pengetahuan lainnya untuk mendapatkan suatu jawaban.

Nah setelah kamu tahu 4 tipe ini, coba introspeksi kepada diri sendiri mengenai tipe mana kamu sebenarnya dan berdiskusi kepada orang tua supaya orang tua tidak memaksakan satu gaya belajar seperti harus berada di kamar dan menghadap buku selama dua jam yang ternyata tidak cocok untuk kamu.